MASIGNCLEAN103

Panduan Cara Memulai Investasi dan Trading Saham Bagi Pemula

Hal Hal Penting Yang Harus Diketahui Sebelum Memulai Investasi Saham

Pada kesempatan ini kita akan membahas pengertian dan cara memulai investasi atau trading saham untuk pemula.Bagaimana cara bermain saham agar menguntungkan?

Investasi dan trading saham sedikit berbeda dengan trading forex, yang mana untuk trading forex dapat melakukan transaksi 2 arah yaitu bisa mengambil keuntungan disaat harga naik dan turun.

Untuk trading saham yang paling sering dilakukan adalah membeli saham pada harga murah dan menjual pada harga yang lebih tinggi.

Sebelum membahas panduan investasi saham, kita kenali terlebih dahulu hal hal yang harus diketahui sebelum memulai bisnis saham berikut ini:

Apa itu Saham?

Saham adalah surat berharga bukti kepemilikan perusahaan. Artinya dengan membeli saham, kita telah ikut memiliki perusahaan tersebut sesuai dengan banyaknya/persentase saham yang dibeli.
investasi saham agar menguntungkan

Bagaimana Cara Mendaftar agar dapat membeli dan menjual saham?

Untuk investor individu seperti kita tidak dapat langsung membeli dan menjual saham begitu saja.Tentu saja ada prosedurnya.

Untuk dapat membeli dan menjual saham kita harus melalui broker saham atau perantara yang biasanya disebut dengan perusahaan sekuritas.Broker saham tersebut sebagai perantara investor untuk bertransaksi di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI)
pengertian belajar cara bermain investasi saham online

Dan pihak broker saham/ sekuritas akan mengenakan fee setiap kali investor melakukan transaksi baik itu transaksi beli saham maupun jual saham.

Sekarang ini sudah banyak tersedia broker saham di Indonesia, namun perlu diingat dalam memilih broker saham pilihlah yang terpercaya dan memiliki kredibilitas dan pastinya memiliki legalitas resmi dari pemerintah.

Kapan Transaksi Jual Beli Saham dapat dilakukan?

Untuk transaksi saham baik jual maupun beli dibursa saham dilakukan pada hari dan jam kerja berikut:

Sesi Pertama
  • Hari Senin-Kamis pukul 09.00-12.00
  • Hari Jumat pukul 09.00-11.30
Sesi Kedua
  • Hari Senin-Kamis pukul 13.30-16.00
  • Hari Jumat pukul 14.00-16.00
*Hari sabtu dan minggu : Libur

Apa itu Lot?

Pada investasi saham ada istilah Lot. Lot yaitu satuan saham yang berjumlah 100 lembar ( 1 Lot = 100 Lembar saham).

Dalam transaksi pembelian saham investor wajib membeli minimal 1 Lot saham (100 Lembar).

Misalnya:
Anda ingin membeli saham Astra Argo Lestari Tbk.
Harga 1 lembar = Rp 10.000
Maka minimal pembelian adalah Rp 10.000 x 100 = Rp 1.000.000

Jenis Jenis Pemain Pada Investasi Saham


Ada 3 macam jenis tipe pemain transaksi pada bursa efek yang menginvestasikan uangnya di saham dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

1. Investor

Yaitu orang yang menanamkan uangnya pada bursa saham dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam jangka waktu yang panjang.

Pada umumnya investor akan membeli saham perusahaan yang memiliki performa dan nilai yang baik untuk disimpan dalam jangka waktu yang panjang.

Biasanya investor lebih mengutamakan analisa fundamental dalam memilih saham perusahaan yang akan dibeli.

2.Trader

Trader saham yaitu mereka yang mengambil keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli suatu saham.

Dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham, seorang trader akan membeli saham ketika harga sedang turun/murah dan menjualnya kembali disaat harga telah naik.

Biasanya seorang trader lebih mengandalkan analisa teknikal untuk menentukan kapan akan membeli saham dan kapan waktu yang tepat untuk menjualnya kembali sehingga mendapatkan keuntungan.

3.Spekulan

Spekulan merupakan orang yang tidak termasuk Investor dan Trader.Spekulan memanfaatkan bursa saham untuk berjudi.

Spekulan biasanya tidak menguasai pengetahuan tentang saham termasuk analisa fundamental dan analisa teknikal.Keputusan yang mereka ambil hanya berdasarkan rumor,tebakan dan hanya ikut ikutan.

Nah, bagaimana dengan Anda?

Akan memilih sebagai apakah anda dalam memasuki dunia investasi atau bisnis saham ini?Apakah investor,trader atau spekulan?

Panduan dan Langkah Awal Memulai Investasi Saham


Berikut langkah langkah yang harus dilakukan untuk memulai bisnis atau investasi saham:

1.Mengetahui Apa Saja Keuntungan Investasi Saham

Setiap orang yang berinvestasi pasti bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.Pada investasi saham ada 2 jenis keuntungan yang bisa diperoleh yaitu
  • Capital Gain (Selisih harga jual dan beli)
  • Dividen (Pembagian hasil) 
Capital Gain adalah keuntungan yang didapatkan dari selisih harga pembelian saham dengan harga penjualan saham.Dengan catatan anda menjualnya ketika harga lebih tinggi dibandingkan harga beli.

Disamping capital gain, kita juga bisa mendapatkan dividen yang dibagikan oleh perusahaan (yang sahamnya kita beli) setiap tahunnya.

Dividen adalah keuntungan yang dibagikan perusahaan kepada setiap pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan saham masing masing.Pada umumnya dividen dibagikan jika perusahaan mendapatkan keuntungan lebih.

Dividen tidak akan dibagikan apabila perusahaan mengalami kerugian.

2.Mematangkan Pengetahuan Sebelum Investasi

Dalam memilih dan membeli instrumen investasi, penting sekali untuk mempelajarinya secara rinci termasuk saham.

Jika Anda membeli saham artinya anda membeli sebagian kecil dari kepemilikan sebuah perusahaan.Kita dapat memilih berbagai saham dari ratusan perusahaan yang telah terdaftar sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia.

Bursa Efek Indonesia (BEI) berperan sebagai pasar saham.BEI adalah pasar modal dan berfungsi untuk mempertemukan pihak/perusahaan yang membutuhkan modal disebut emiten dengan pihak yang akan memberikan modal atau investor.

Anda sebagai investor saham sangat penting untuk mempelajari pengetahuan fundamental dari perusahaan yang akan dibeli sahamnya.

Sangat penting untuk mempelajari cara yang tepat untuk berinvestasi saham, pengelolaan portfolio, manajemen resiko dan juga mempelajari siklus fluktuasi pergerakan harga saham.

3.Memperiapkan Modal Untuk Investasi

Saat ini telah banyak broker saham yang membuka batas minimal setoral awal yang kecil mulai dari Rp 100.000. Meskipun masih banyak broker saham yang menetapkan modal awal sebesar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.

Lalu, berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai investasi saham?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan berikut ini:
  • Pertama, seberapa besar kemampuan keuangan anda yang akan ditanamkan untuk investasi saham.
  • Kedua, memilih broker yang menetapkan setoran minimal sesuai dengan kemampuan keuangan anda.
  • Ketiga, saham perusahaan apa yang akan anda beli? (untuk melihat harga saham)
  • Keempat, berapa banyak saham yang akan anda beli?
Jadi, besarnya modal yang harus dikeluarkan setiap orang bisa saja berbeda beda tergantung kebutuhannya.

Perlu diingat untuk minimal pembelian saham minimal 1 Lot (1 Lot = 100 Lembar).

Namun, untuk bisa berinvestasi saham anda bisa memulainya dengan modal Rp 100 ribu dengan memilih broker yang menetapkan setoran awal Rp 100 ribu.

Lalu,Bagaimana cara melihat dan mengetahui harga saham?

Anda dapat menggunakan software trading gratis seperti chartnexus atau juga melihat harga saham diinternet.

4. Memilih Broker dan Membuka Akun Rekening Efek

Agar Anda bisa melakukan transaksi pada bursa saham setiap investor diwajibkan memiliki rekening efek terlebih dulu.

Broker saham atau sekuritas merupakan perpanjangan tangan dari Bursa Efek Indonesia.Mereka berfungsi menghubungkan antara investor dengan perusahaan publik dan juga menghubungkan investor dengan investor lainnya.

Untuk saat ini telah ada lebih dari seratus sekuritas yang ada di Indonesia dan telah menjadi anggota bursa. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih broker saham atau sekuritas:
  • MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan)
MKBD yang dimiliki sekuritas dapat dijadikan tolak ukur kemampuan finansial sebuah sekuritas.Maka semakin besar nilai MKBD semakin kuat juga sekuritas tersebut.

MKBD dihitung dari total aset dikurangi total kewajiban.
  • Fasilitas dan Pelayanan
Penting sekali untuk memilih sekuritas yang menyediakan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan anda.Diantaranya:
    • Fasilitas online trading 
    • Akses real time
    • Besarnya komisi broker
    • Penarikan dana yang mudah dan cepat
    • Pelayanan cepat
    • Pelayanan yang ramah dari customer service dalam menanggapi kebutuhan investor
  • Riset yang Komprehensive
Riset termasuk layanan sekuritas yang penting. Anda harus memilih sekuritas yang menyediakan layanan riset analisa saham yang komprehensif dan gampang dipahami.

Umumnya sekuritas yang baik juga akan menyediakan layanan rekomendasi mengenai saham tertentu.Dengan riset yang kuat dapat membantu investor dalam mengambil keputusan.

Pada waktu anda mendaftar atau membuka akun di sekuritas akan mendapatkan Rekening Dana Investor (RDI) yang terpisah dengan Rekening Sekuritas.RDI berguna untuk menyimpan dana investor pada sebuah bank yang berperan sebagai kustodian.

5. Mengenali Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasarnya

Kapitalisasi pasar termasuk faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih saham yang akan dibeli.

Kapitalisasi pasar dapat dijadikan sebagai patokan harga suatu perusahaan.Yang bisa dihitung dari harga saham dikalikan dengan jumlah lembar sahamnya.Sehingga semakin besar kapitalisasi pasarnya maka semakin mahal juga perusahaan tersebut dihargai oleh pasar.

Jenis Jenis Saham

Berdasarkan kapitalisasi pasarnya, saham dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Saham Lapis Satu (Blue Chip)

Saham lapis pertama disebut juga dengan blue chip, yang mana saham jenis blue chip memiliki kapitalisasi pasar yang besar diatas Rp 10 triliun.

Umumnya perusahaan yang termasuk blue chip merupakan perusahaan besar yang sudah dikenaloleh masyarakat luas dan sudah memiliki penghasilan yang stabil.

Saham blue chip adalah saham favorit pilihan para investor jangka panjang yang lebih mengutamakan mendapatkan keuntungan dari dividen yang dibagikan secara rutin.

Perusahaan blue chip umumnya mempunyai fundamental yang kokoh dan mampu mencetak keuntungan yang besar dan biasanya produknya dibutuhkan banyak orang.

Contoh saham lapis satu yaitu UNVR, TLKM, ICBP, BBRI, GGRM, BBCA, BBNI

2. Saham Lapis Dua

Saham jenis ini memiliki kapitalisasi sedang yaitu diantara Rp 1 triliun sampai Rp 10 triliun.

Meskipun perusahaan yang termasuk kategori Lapis Dua ini tidak memiliki kekuatan saham sebesar kategori Lapis Satu (Blue Chip), tetapi saham lapis dua juga sangat menarik untuk diinvestasikan karena keuntungan yang bisa diperoleh juga tidak kalah menjanjikan dari saham blue chip.

Pada umumnya saham lapis dua ini terdiri dari saham perusahaan yang sedang dalam fase berkembang.

Pertumbuhan kinerja dari emiten (perusahaan yang membutuhkan modal) lapis dua juga biasanya lebih agresif ketimbang emiten lapis satu/blue chip.

Soal harga, saham lapis dua biasanya lebih murah ketimbang saham lapis satu/blue chip.Saham kategori ini sering dijadikan incaran investor yang mempunyai modal terbatas dan mengharapkan profit dari pertumbuhan kinerjanya.

Biasanya trader sering memanfaatkan jenis saham ini, karena pertumbuhannya yang fluktuatif.Yaitu membeli saham ketika harga turun dan menjualnya kembali setelah harga naik/mendapatkan profit.

Contoh saham lapis dua yaitu : BSDE, PWON, JPFA, BBKP, PPRO, LSIP, AISA.

3. Saham Lapis Tiga

Saham kategori lapis tiga yaitu saham yang mempunyai kapitalisasi kecil dan umumnya memiliki kapitalisasi dibawah Rp 1 triliun.

Biasanya harga saham lapis tiga memiliki harga yang murah, walaupun harganya murah saham jenis ini memiliki cukup resiko karena fluktuasi pergerakan harga sahamnya bisa dimainkan secara mudah oleh bandar/broker yang mempunyai modal besar.

Saham lapis tiga juga dikenal dengan saham ''gorengan'', sebab harganya seringkali digoreng oleh bandar saham.

Itulah jenis jenis saham sesuai dengan kapitalisasinya. Disarankan untuk berhati hati ketika memilih saham dan apapun jenis sahamnya baik itu blue chip, lapis dua maupun lapis tiga, sebab tidak ada jaminan sepenuhnya bahwa saham blue chip akan selamanya diatas dan saham lapis 3 selamanya murah.

Kenali dengan baik saham yang akan dibeli untuk memperkecil resiko dan memaksimalkan profitnya.

6. Pelajari Cara Menganalisa Saham

Cara untuk menganalisa saham ada 2 macam yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal.

1. Analisa Fundamental

Apa itu analisa fundamental?

Analisa fundamental artinya anda harus mengetahui terlebih dahulu kondisi perusahaan yang sahamnya akan dibeli.

Pada analisa fundamental, kita menilai kondisi perusahaan dengan cara membaca laporan keuangannya, melihat kemampuan perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan, kondisi cash flow nya, tingkat likuiditas perusahaan, dll.

untuk menilai apakah saham tersebut layak untuk dibeli atau tidak. Ada beberapa rasio keuangan yang dapat Anda pakai untuk membantu Anda menentukan valuasi saham incaran Anda, antara lain:

1. Return on Asset (ROA)

Adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan menghasilkan laba bersih dibandingkan dengan total aset yang dimilikinya. Rumus untuk menghitungnya adalah:
ROA = Laba Bersih : Total Aset

2. Return on Equity (ROE)

Adalah rasio yang digunakan untuk membandingkan laba bersih yang dihasilkan dengan modal bersih yang dimiliki oleh perusahaan.

Sama seperti ROA, semakin tinggi ROE maka semakin besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rumus untuk menghitungnya adalah:
ROE = Laba Bersih : Total Ekuitas

3. Net Profit Margin (NPM)

Adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam mencetak laba, dengan menghitung margin keuntungan dibandingkan dengan total pendapatan yang diterima oleh perusahaan tersebut.

Semakin tinggi nilai NPM, maka semakin efisien perusahaan mengelola keuangannya. Rumus untuk menghitungnya adalah:
NPM = Laba Bersih : Total Penjualan

4.  Earning Per Share (EPS)

Adalah nilai yang didapatkan oleh investor sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimilikinya.

Semakin tinggi EPS, maka semakin besar laba yang dicetaknya, dan yang lebih penting investor perlu melihat pertumbuhan EPS sebuah perusahaan dari tahun ke tahun. Rumus untuk menghitungnya adalah:
EPS = Laba Bersih : Jumlah Lembar Saham

5.  Price to Earning Ratio (PER)
Adalah  rasio yang digunakan untuk menghitung mahal atau murahnya sebuah saham, dengan melihat besarnya EPS dibandingkan dengan harga sahamnya.

Semakin kecil rasio PER, maka semakin bagus sebuah saham untuk dikoleksi. Rumus untuk menghitungnya adalah:
PER = Harga Saham : EPS

6.  Debt to Equity Ratio (DER)

Adalah rasio hutang atau kewajiban terhadap modal bersih yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar DER, maka semakin banyak hutang yang dimiliki dibandingkan modal bersihnya, dan perusahaan yang memiliki banyak hutang tentunya bukanlah perusahaan yang sehat. Rumus untuk menghitungnya adalah:
DER = Total Liabilitas : Total Ekuitas

7.  Price to Book Value (PBV)

Adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan nilai modal bersih per lembar saham perusahaan tersebut. Rumus untuk menghitungnya adalah:
 PBV = Harga Saham : Nilai Buku per Lembar Saham.

2. Analisa Teknikal 

cara analisa harga saham
Cara selanjutnya dalam menganalisa saham yaitu dengan menggunakan analisa teknikal.Analisa teknikal yaitu mengamati pergerakan harga saham melalui chart software trading.

Biasanya setiap broker saham/sekuritas juga menyediakan layanan software trading. Atau anda bisa menggunakan software trading chartnexus secara gratis.

Dalam analisa teknikal, kita akan menggunakan indikator, pola candlestick,grafik yang disediakan oleh software trading.

Tersedia banyak indikator yang bisa digunakan untuk menganalisa dan memprediksi arah pergerakan trend harga saham.

Dengan mempelajari analisa teknikal diharapkan dapat memprediksi kemana pergerakan harga saham selanjutnya, apakah akan naik atau turun.

Sehingga dapat dimanfaatkan untuk timing dalam melakukan eksekusi transaksi.Misalnya jika indikator yang digunakan memberikan sinyal akan naik, artinya waktu yang tepat untuk membeli saham.

Begitu juga sebaliknya jika indikator memberikan sinyal akan turun, dapat dimanfaatkan untuk menjual saham dengan ketentuan sudah mendapatkan profit.

Bagaimana cara menggunakan indikator untuk trading saham?

Pada blog ini telah banyak tutorial strategi trading menggunakan indikator, meskipun tutorial tersebut ditujukan untuk trading forex dan binary option, namun pada dasarnya cara membaca indikator tersebut adalah sama.



Anda tinggal mengadaptasikan dengan software trading saham milik anda.Pada dasarnya cara kerja dan tujuan indikator adalah sama yaitu untuk memprediksi pergerakan harga akan naik atau turun.

Pilih mana yang paling bagus antara analisa fundamental dan analisa teknikal?


Tergantung anda lebih nyaman menggunakan yang mana. Sebenarnya kita dapat menggunakan keduanya sekaligus karena  analisa fundamental dan teknikal adalah hal yang saling melengkapi pada investasi saham.

Analisa fundamental untuk memilih dan mengeliminasi saham yang layak untuk dibeli sesuai kebutuhan dan kemampuan investor.

Sedangkan analisa teknikal berfungsi untuk menentukan waktu yang tepat kapan harus membeli dan menjual saham agar mendapatkan keuntungan.

Nah, itulah beberapa langkah yang harus dipersiapkan untuk memulai investasi saham.Semoga artikel ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai apa yang harus dilakukan untuk bermain saham.Semoga bermanfaat.
Share This :
Eko Susilo

Mulai Mengetik Lalu Tekan Enter Untuk search